Olahraga Untuk Ibu Hamil Pemula Paling Aman, Cek disini !

Olahraga untuk ibu hamil sering menjadi pertentangan. Terlepas dari manfaat yang ditawarkan yakni masa persalinan lebih cepat tanpa rasa sakit, berkurangnya mual selama kehamilan, sampai dengan kebugaran, masyarakat cenderung menghindar. Berita seputar keguguran saat berolah raga membuat banyak bunda ogah berolah tubuh, lebih baik duduk aman di rumah. Padahal, selama bunda tahu olahraga untuk ibu hamil tepat, tentu tidak masalah. Bunda yang jarang berolah raga sebelum mengandung sekalipun bisa mendapatkan manfaat serupa dalam batas aman dengan daftar berikut :

  1. Berenang
    Interaksi dengan air tentu menyenangkan terutama di hari yang panas. Pantai dan kolam renang selalu penuh pada saat suhu Indonesia mencapai puncak tertingginya. Berita baik untuk semua perempuan mengandung, ternyata olah raga air bisa menjadi pilihan yang tepat. Gravitasi jauh lebih ringan di dalam air, membuat bunda bisa berolah raga lebih lama dibanding diatas daratan. Tentu saja, hasil juga tidak main – main mengingat tekanan dalam air jauh lebih tinggi dibanding daratan hanya saja nafas ibu tidak sehabis daratan. Berenang masih termasuk tahap aman selama bunda tidak ekstrem dengan menantang diri sendiri turut serta dalam lomba balap renang.

  2. Kelas dansa

    Musik dan tari sepertinya sudah jodoh dari jaman sebelum radio ditemukan. Semua orang bisa bergerak mengikuti alunan nada dengan caranya sendiri. Banyak oportunis mendapati dansa bisa menjadi salah satu alternatif sehat dengan bonus rasa senang. Kelas dansa yang dimadsud bisa dansa apa saja, selama dansa tersebut tidak menganggu ruang bayi. Logika saja, tidak mungkin ibu hamil memaksakan diri mengikuti kelas B-boy dimana jungkir balik menjadi ikonnya. Dansa salsa bersama pasangan merupakan keputusan yang tepat. Gerakan aduhai salsa membuat tubuh bunda tetap bersenang – senang sambil gerak ditambah sentuhan romansa apabila pasangan dansa adalah suami sendiri.

    Kelas dansa sekarang ini sudah menawarkan beragam jenis. Mulai dari shabam, Zumba, dan lainnya membuat bunda bebas memilih apabila lebih senang berolahraga individualis tanpa melibatkan pasangan. Bertemu dengan orang baru dalam kelas dansa yang bisa jadi sama – sama hamil justru pengalaman yang mengasyikkan. Saat ini sudah banyak kelas GYM yang membuka olah raga berbasis tarian. Kendati demikian perlu ditanamkan jangan sampai bunda terlalu bersemangat hingga memaksakan diri dan membahayakan janin. Latar belakang sebagai non atlet cenderung lebih tidak fleksibel dibanding mereka yang atlet, jadi jangan samakan diri bunda dengan orang lain apabila tidak berlatar belakang sama.

  3. Jalan sehat
    Matahari cerah dengan alunan nyanyian burung tentu menggoda siapa saja untuk keluar rumah dan berolah raga. Bila bunda termasuk orang yang sebenarnya kurang berkenan daftar gym atau olah raga ekstrem, jalan sehat bisa menjadi solusi. Sekilas memang jalan sehat tidak berdampak banyak, hanya sekedar menggerakkan tubuh ringan. Dibalik penampilan jalan sehat yang tidak apa – apanya, tersimpan manfaat yang sama besarnya jika dilakukan dengan rutin. Dibanding jenis olah raga lain, jalan sehat justru bisa dilakukan lebih lama dibanding olah raga lain dengan efek sakit lebih sebentar. Peralatan jalan sehat sangatlah minim, hanya memerlukan pakaian olah raga pantas dan sepatu. Bunda bisa saja memilih sandal untuk jalan sehat apabila berkenan.

    Kehamilan trimester pertama adalah saat paling tepat untuk memperkenalkan rutinitas baru termasuk berolah raga. Walau bunda selama ini jarang berolah raga sekalipun, dengan tantangan rasa mual awal kehamilan bisa diatasi dengan tekad berolah raga. Bila bunda dan ayah tinggal di perumahan kota besar, keliling kompleks untuk beberapa jam saja sudah bisa mengeluarkan keringat serta membuat tubuh lebih sehat. Pilih jalanan datar tak berliku sebagai medan jalan sehat. Hanya karena jalan sehat cukup ringan dan bahkan bisa dilakukan sampai trimester ketiga, bukan berarti hiking pada medan terjal dan berbahaya masih dalam kategori aman.

  4. Berlari
    Sekedar jalan sehat bisa menimbulkan rasa bosan, karenanya berlari ditemukan. Berbeda dengan jalan sehat, lari pagi memerlukan angkatan kaki lebih tinggi dengan pengaturan nafas lebih ekstrem. Apabila bunda memang sudah terbiasa lari, maka tidak masalah mencoba rutinitas biasa pada saat hamil, lain cerita pada bunda yang baru pertama kali mencoba lari pagi. Mengingat adanya janin dalam rahim ibu, medan berlari sangat perlu diperhatikan. Tanjakan, bebatuan, hingga polusi asap bukan tempat ideal bagi hamil. Gampangnya, oksigen bunda harus dibagi dua dengan bayi yang mana berarti bunda akan gampang lelah. Jalan menanjak bisa menguras tenaga dua kali lipat, menjadikan berlari bukanlah tindakan bijaksana.

  5. Indoor cycling

Uang bukan masalah, tapi privasi dan keamanan adalah nomor satu. Dibanding pergi ke gym dan harus berjumpa dengan banyak orang, atau pergi keluar rumah bukan hal idaman bunda, ada satu lagi olah raga yang bisa dilakukan. Selama bunda dan ayah mau merogoh kocek untuk membeli peralatan Indoor cycling yakni bersepeda dalam ruangan, alternatif olahraga untuk ibu hamil satu ini akan sangat cocok untuk ayah bunda. Betapa tidak, dengan Indoor cycling , bunda bisa berolah raga kapan saja, tanpa harus keluar rumah atau berjumpa dengan siapapun. Kecepatan cycling bisa diatur sedemikian rupa tanpa harus khawatir bila terlihat lemah. Resiko kaki terbentur atau otot meradang jauh lebih kecil dibanding olahraga untuk ibu hamil lainnya.

Leave a Comment