Mengenal Pohon Bidara

Di zaman modern Penyembuhan sunnah (Thibbun Nabawi) jadi tren center dimana penyembuhan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW ini sudah banyak disukai oleh beberapa besar umat islam. Pada umumnya Thibbun Nabawi terdiri dua yakni penyembuhan medis serta non medis. Penyembuhan medis lebih diakukan dengan cara bekam/hijamah lantas difollow dengan therapy herbal seperti habbatussauda serta madu. Sedang untuk penyakit non medis seperti masalah jin serta sihir perlakuannya yaitu dengan therapy ruqyah syar’iyyah yakni dengan membacakan ayat-ayat Al Quran. Sebagai pelengkap serta follow up untuk perawatan, daun bidara dapat dipakai untuk therapy ruqyah mandiri dengan digabungkan air minum, air untuk mandi, serta air untuk bersihkan tempat tinggal.

Lantas apa sebagai landasan kalau daun bidara bisa jadikan sebagai satu diantara fasilitas untuk ruqyah. sekurang-kurangnya terdapat banyak hadits serta pendapat ulama yang menjelaskan sunnah serta manfaat daun bidara ini.

1. Daun bidara untuk memandikan jenazah.
Ummu ‘Athiyyah ra berkata, Nabi Saw pernah menjumpai kami sedang kami saat itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lantas beliau bersabda : ” Mandikanlahcdia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau kian lebih itu. Bila kalian melihat butuh, gunakanlah air serta daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil? ‘ Beliau bersabda, ‘Ya’) serta buat diakhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya. ”
(H. R. Bukhori & Muslim)

2. Daun Bidara untuk Wanita Haidh
Dari ‘Aisyah dengan cara marfu’, ” Salah seseorang diantara kalian (wanita haidh) mengambil air yang digabung dengan daun bidara lantas dia bersuci dengan melakukan perbaikan kesuciannya. Lalu dia menuangkan air diatas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat hingga air masuk ke akar-akar rambutnya, lalu dia menyiram semua badannya dengan air. Lalu dia mengambil secarik kain yang sudah diolesi dengan minyak misk lantas dia berbersih darinya. ” ‘Aisyah berkata, ” Dia memoleskannya ke beberapa sisa darah. ”
(HR. Muslim)

3. Bidara Untuk Ruqyah
Seseorang Ulama bernama Wahab bin Munabid menyarankan untuk memakai tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Lalu dicampurkan di air serta dibacakan ayat kursi, surat al Kafirun, al Ikhlas, al Falaq, serta an Naas. Lantas dipakai untuk mandi atau diminum. (Kitab Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13)Menumbuk tujuh lembar daun bidara hijau diantara dua batu atau semacamnya, lantas menyiramkan air ke atasnya sejumlah jumlah air yang cukup untuk mandi serta dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Quran.Sesudah membacakan ayat-ayat itu pada air yang telah disediakan, sebaiknya ia meminumnya sejumlah tiga kali, serta lalu mandi dengan memakai sisa air itu. Dengan hal tersebut, insya Allah penyakit sihir bakal hilang.

Beberapa jenis bidara
Di orang-orang indonesia ada pandangan tidak sama tentang pohon bidara ini, satu pihak memiliki pendapat kalau bidara yang dapat dipakai untuk ruqyah yaitu bidara arab, sedang bidara cina, serta bidara jawa (Widoro) atau yang kerap dimaksud apel india/putsa tidak bisa dipakai untuk ruqyah. Menyikapi ketidaksamaan pandangan itu, saya telah klarifikasi pada dua Ulama pakar Ruqyah Syar’iyyah yakni Ust. Achmad Junaedi, Lc serta Ust. Fadhlan Adham Hasyim, Lc. Tersebut pendapat beliau tentang dua type bidara ini.

Ust. Achmad Junaedi : Bidara Apel india buahnya dapat dikonsumsi serta (In shaa Allah) bisa menyingkirkan masalah sihir yang menyerang perut. Ust. Fadhlan : Bidara cina serta bidara (apel india) sama dengan pisang ambon dengan pisang type yang lain, Insya Allah keduanya sama bisa dipakai untuk ruqyah.

Dari info dua ulama diatas mari kita kaji.
Saat kita menggali beragam literatur baik lewat ofline dengan mencari dari buku-buku ilmiyah atau on-line lewat mesin pencarian google, jadi kanan di temu dua bidara yang dipercaya mempunyai manfaat untuk menyingkirkan masalah jin serta sihir, bidara itu yakni bidara dengan nama latin Ziziphus Spinachristy, Sp. serta bidara dengan nama latin Ziziphus Mauritiana, Sp.

1. Ziziphus Spinachristy, Sp.
Beberapa klain mengatakan kalau bidara type ini yaitu type bidara yang ditujukan untuk meruqyah yang mana beberapa peruqyah menyebutnya sebagai bidara arab (sidr).
Bidara yang di klaim sebagai bidara arab. Ada pula beberapa peruqyah yang berasumsi kalau bidara yang dapat dipakai untuk ruqyah yaitu bidara cina dengan bentuk daun lebih bulat serta tak bergerigi. Bidara yang diklaim sebagai bidara cina. Penilaian beberapa orang mengenai type bidara sebenarnya masih tetap berdasar pada bentuk daun saja, hingga anggapannya kalau bidara arab yaitu bidara dengan bentuk daun agak meruncing serta lonjong, sedang bidara cina yaitu bidara yang memiliki bentuk bulat. Tetapi sesudah dihimpun 100 sample bibir bidara cina, nyatanya diketemukan sebagian ranting yang ada bentuk daun tidak sama, ada yang berupa agak runcing bergerigi serta ada pula yang bulat.

Satu ranting bidara dengan bentuk daun tidak sama satu sama lainnya
Gambar diatas memberikan indikasi kalau bidara cina sesungguhnya yaitu bidara arab juga yang direferensikan untuk therapy ruqyah. yang perlu jadi perhatian pertama yaitu nama latin timbuhan itu. Seperti sudah diterangkan diatas kalau bhs latin bidara ini yaitu Ziziphus Spinachristy, sebagai keyword yaitu kata ” crishty “, ini datang dari kata ” Kristus ” ” sebutan untuk Yesus dalam kepercayaan agama kristen. Digunakannya nama kristus karna dalam kepercayaan mereka menyampaikan kalau waktu disalib Yesus Kristus dipakaikan mahkota berduri, serta mahkota itu dipercaya di buat dari ranting bidara kering. Dari nama tokoh itu kita terukur pada daerah terjadinya penyaliban, yakni lokasi Palestin. Lantas dari diketemukannya daerah asal itu, kita sambungkan dengan jalur penyebaran agama islam yang mana pintu pertama ekspansi agama islam yaitu lokasi syam (palestina serta sebagian negara sekitarnya), lalu untuk asia masuk lokasi cina, serta sesudah cina barulah indonesia.Dari segi sejarah penyebaran islam lewat cina itu, jadi bisa kita simpulkan kalau bidara cina adalah bidara yang semacam dengan bidara arab. keduanya adalah bidara Ziziphus Spinachristy, mengenai penyebutan bidara cina atau bidara arab, bahkan juga ada yang menyampaikan bidara laut hanya penyebutan berdasar pada daerahnya saja, yang mana pemahaman itu terputus bersamaan perubahan generasi dari saat ke saat.Ciri paling mencolok dari bidara type ini yaitu terdapatnya duri pada ranting-rantingnya.

2. Ziziphus Mauritiana, Sp.
Terdapat banyak pendapat tentang bidara type ini, beberapa berasumsi kalau bidara ini adalah bidara palsu yang tidak bisa dipakai untuk ruqyah. tetapi diatas sudah diterangkan kalau sudah ada ulama yang mereferensikan bidara ini untuk ruqyah.Sama dengan pada point pertama yatiu bidara type Ziziphus Spinachristy, bidara jawa atau yang oleh orang pemula dikatakan sebagai bidara upas, oleh beberapa tukang kebun disebut putsa atau apel india, pada dasarnya yaitu type tanaman yang dalam bhs latin dimaksud Ziziphus cuma saja ketidaksamaan ada pada spesiesnya.Bila diliat dari namanya yakni Ziziphus Mauritiana, jadi kita bakal peroleh satu nama pulau di samudera hindia yakni mauritius dengan ibu kota mauritiana. Lantas bagaimana histori mauritiana? adakah dampak islam di negeri itu?? Di th. 1332, seseorang tokoh besar Muslim penjelajah dunia, Ibnu Batuta bertandang ke Tanzaniandan Zanzibar. Beliau mencatat kalau negeri itu serta negeri sekitarnya di Afrika Timur beberapa besar penduduknya beragama islam serta jadikan bhs arab sebagai bhs paling utama dalam komunikasi perdagangan. Saat itu, Semudra Hindia di kenal sebagai Laut Muslim dimana pulau yang juga negara Mauritius ada di tengah-tengah lautan ini.Beberapa literatur histori mengatakan kalau terkecuali lewat negera cina, Islam disebarkan ke indonesia oleh beberapa pedagang dari Gujarat India, yang mana mereka datang dari beberapa pedagang Muslim dari Arab yang lakukan Ekspansi lewat laut di mana terlebih dulu mauritius juga dilalui.Sebagian bukti yang memberikan indikasi kalau bidara jawa (Ziziphus Mauritiana) bukanlah datang dari daerah mauritius yaitu tempat tumbuhnya. Dari sebagian survey, bidara ini tumbuh dengan cara liar dengan ukuran besar di lokasi sekitaran pantai barat Sumatera seperti bengkulu, serta pantai selatan jawa seperti Sukabumi, Jogja, serta jalur pantari yang sejajar dengannya.

Rangkuman..
Baik bidara cina maupun bidara jawa, pada intinya semuanya bisa dipakai untuk meruqyah, karna ke-2 bidara itu bisa disambung dalam satu pohon. ini tunjukkan kalau keduanya mempunyai jalinan yang begitu dekat. serta Insya Allah untuk ruqyah keduanya bisa direferensikan.Ketidaksamaannya yaitu Ziziphus Spinachristy mempunyai banyak duri serta baru bakal berbuah saat pohonnya telah memiliki ukuran besar, sedang Ziziphus Mauritiana mempunyai banyak buah serta duri yang tidak sering bahkan juga terkadang tak ada durinya. Ini mengisyaratkan ada dua buah type bidara seperti firmah Allah berikut ini. Mereka ada diantara pohon bidara yg tidak berduri.
QS. Al Waqiah : 28.

Artikel berikutnya : Jual daun bidara

 

Leave a Comment