Khasiat Daun Bidara Untuk Pengobatan Sihir Dan Medis

daun bidaraBidara atau Sidr. Yaitu pohon cemara tropis asal Sudan. Tumbuh di Israel di semuanya lembah serta dataran rendah, serta umumnya terbatas pada ketinggian rendah dibawah 500 m dpl 1. Pohon serta bagian-bagiannya nampaknya sudah dipakai dalam industri Firaun (pertukangan), diet, serta dalam kedokteran. Buah terkadang di buat jadi roti. Petani Mesir bikin roti yang sama sampai akhir awal era ke-20 2. bidara atau sidr yang sudah dijelaskan dalam sumber-sumber classic.

Beberapa pakar botani Yunani. Theophrastus (4-3 era SM) menulis, “ (Mesir) ‘Bidara kian lebih semak seroja (mungkin saja Ziziphus teratai (L.) Lam.), Namun mempunyai daun seperti pohon dengan nama yang sama, namun buah yang tidak sama, karenanya tak datar, namun bulat serta merah, serta dalam ukuran yang besar sebagai buah dari cedar berduri atau sedikit semakin besar, namun mempunyai batu yg tidak dikonsumsi dengan buah, seperti dalam masalah delima, namun buahnya manis, serta, bila seorang menuangkan anggur di atasnya, mereka menyampaikan kalau itu bikin anggur jadi manis “
Persamaan kata :
Strychnos lucida R. Br. Familia :
Loganiaceae.

Uraian :
Tumbuhan semak, tinggi kurang lebih 2 mtr.. Berbatang kecil, berkayu keras, serta kuat. Sisi yang Dipakai Kayu serta biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH : Bidara laut, Bidara pait, Bidara putih, Kayu ular. Dara laut, Dara putih (Jawa) ; Bidara gunong (Madura) ; Aju mapa, Bidara mapai (Bugis) ; Ai betek, Ai hedu, Hau feta (Roti) ; Maba putih, Elu, Ai baku moruk (Timor). NAMA ASING : NAMA SIMPLISIA : Ligustrinae Lignum ; Kayu Bidara Laut. Ligustrinae Semen ; Biji Bidara Laut.

Tanda-tanda serta Bentuk Pohon serta Daun Bidara
Penyakit Medis Yang Bisa Diobati :
Karakter Khas Pahit, mendinginkan, memperlancar peredaran darah, rnembersihkan darah, serta beracun. Manfaat Anti inflamasi, analgesik, serta diaforetik. PENELITIAN Supriadi, 1986. Jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS. Sudah lakukan riset dampak hipoglikemik rebusan kayu Bidara Laut pada kelinci. Dari hasil riset itu, nyatanya kalau pemberian rebusan 5, 10, 15, serta 25% dengan ukuran 5 ml/kg bb, mengakibatkan penurunan kandungan gula darah semasing 16, 49% ; 20, 23% ; 36, 04% ; serta 43, 96%. Pada pemberian tobultamid dengan ukuran 250 mg/kg bb, tunjukkan penurunan kandungan gula darah sebesar 44, 72%.

E. Y. Sukandar, Ny. N. C. Soegiarso, serta I. Payayuani. Farmakologi, Departernen Farmasi, ITB. Sudah lakukan riset dampak infus Bidara Laut pada dampak antiradang pada tikus putih Wistar. Untuk meradangkan tikus dipakai karagen. Dari hasil riset itu, nyatanya infus Bidara Laut pada ukuran spesifik memiliki dampak antiradang yang berarti. Peringatan Simplisia memiliki kandungan striknina serta brusina. Ukuran berlebihan bisa mengakibatkan kaku pada leher serta muka, napas pendek, dilatasi pupil mata, serta kejang. Tak bisa dipakai untuk saat lama.Alloh aza wa jalla sudah memuliakan sebagian tempat atas beberapa tempat yang lain, seperti Alloh azza wa jalla sudah memuliakan Kota Mekkah serta Madinah lebih mulia dari pada beberapa tempat lain di muka bumi ini.Alloh azza wa jalla sudah memuliakan beberapa individu atas individu-individu yang lain, seperti memuliakan beberapa nabi atas beberapa yang lain. Serta jadikan untuk beberapa makhluk kemuliaan atas makhluk-makhluk yang lain.Termasuk juga apa yang diharamkan karna adalah pohon yaitu pohon bidara. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
”Pemotong pohon bidara Alloh bakal menunjuk kepalanya di neraka. HR Al-Baihaki didalam As-sunan Al-kubro, serta Syaikh al-Albani rohimahullohmenshohihkannya dalam Shohihul Jami’.
Pohon bidara ada dalam Al-Qur’an di banyak tempat, di antaranya
Dalam Surat An-Najm yang bercerita cerita Mi’roj nya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau lihat Malaikat Jibril berbentuk aslinya di mana Jibril memiliki 600 sayap. Alloh azza wa jalla berfirman : “Dan sebenarnya Muhammad sudah lihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada saat yang lain. (yakni) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga rumah, . (Muhammad lihat Jibril) saat Sidratil Muntaha diliputi oleh suatu hal yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tak berpaling dari yang diliatnya itu serta tak (juga) melampauinya. Sebenarnya dia sudah lihat sebahagian sinyal tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm : 13-15)

Imam Al-Bukhori serta Muslim sudah meriwayatkan dari hadits Anas rodhiyallohu ‘anhu dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam cerita Isro’ serta Mi’roj, Beliau bersabda : ”kemudian Jibril membawaku hingga di Sidrotul Muntaha, yang tengah diliputi suatu hal yang saya tak mengetahuinya”. Dia berkata : “kemudian masuk surga serta lihat didalamnya kubah-kubah yang terbuat dari mutiara serta tanahnya kasturi”.

Dalam kisah yang lain : “Diperlihatkan kepadaku Sidrotul Muntaha, buahnya seperti tempayan besar, daunnya seperti telinga gajah, serta di pangkalnya ada 4 sungai : dua sungai bathin, dua sungai dhohir, jadi saya ajukan pertanyaan pada Jibril, jadi dia menjawab : mengenai dua sungai yang bathin di surga serta dua sungai yang dhohir yaitu sungai Nil serta sungai Eufrat.

Dalam Surat Al-Waqi’ah mengenai grup kanan dari penghuni surga ada dibawah pohon bidara yg tidak berduri.
Alloh azza wa jalla berfirman : “Dan kelompok kanan, alangkah bahagianya kelompok kanan itu. Ada diantara pohon bidara yg tidak berduri, serta pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), serta naungan yang terbentang luas, serta air yang tercurah, serta buah-buahan yang banyak, ”QS. al-Waqi’ah (56) : 27-32

Dalam tafsir dijelaskan pohon bidara yang disebut yaitu yang sudah di hilangkan durinya maupun buahnya yang lebat, sekian pendapat Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma. Berkata Ibnu Katsir rohimahulloh sesudah menukil sebagian pendapat (mengenai pohon bidara dalam ayat itu) : Dhohirnya yang disebut yaitu pohon bidara didunia banyak durinya serta sedikit buahnya, mengenai di akhirat kebalikannya, tak ada durinya serta buahnya banyak.
Dalam Surat Saba saat menyampaikan kabar mengenai cerita Negeri Saba. Alloh subhanahu wa ta’alla berfirman :
Namun mereka berpaling, jadi Kami datangkan pada mereka banjir yang besar serta Kami ganti ke-2 kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl serta sedikit dari pohon Bidara (QS. Saba : 16)
Menyembuhkan Masalah Sihir

Daun bidara bukan sekedar digunakan untuk memandikan jenazah, orang yang baru masuk Islam atau mandi haidh, namun juga mempunyai manfaat untuk mengobati beragam type penyakit, salah satunya, diare, kencing manis serta malaria. Diluar itu daun bidara begitu efisien untuk menolong sistem pengobatan penyakit karna masalah jin. Ulama Wahab bin Munabih merekomendasikan untuk memakai tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Lalu dicampurkan di air serta dibacakan ayat Kursi, surat al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falaq serta an-Naas. (Bisa juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an yang lain) Lantas dipakai untuk mandi atau diminum. (saksikan Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13)

Aturan pemakaian daun bidara yaitu :
a. Ambillah daun bidara pada bilangan ganjil, paling sedikit 7 lembar daun, simpan di penggilingan/cobek serta tumbuklah sampai halus (digabung sedikir air)
b. Sesudah halus, campur dalam satu gelas air untuk diminum
c. Atau digabung serta diaduk dalam seember air buat untuk mandi
janganlah lupa sebelumnya di buat mandi atau diminun bacakan dahulu ayat-ayat ruqyah. Bila di buat untuk mandi lebih afdhol air daun bidara di taruh di bateup serta pasien berendam sepanjang 10 menit atau bila tak ada pada bilasan pertama pakai air daun bidara lantas gosok-gosok ketubuh serta diamkan sepanjang 5 menitan lantas biilasan ke-2 pakai air umum serta sabun mandi.

Di bawah ini sebagian manfaat atau faedah daun bidara :
Apabila kita memerhatikan apa yang ada didalam Al-Quran Surat Al-waqi’ah ayat 28 yang berbunyi “Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, ”, seolah – bakal ayat itu menginginkan memberikan kalau pohon bidara yang ada di bumi kita ini semuanya berduri. Hal semacam ini bisa kita saksikan pada gambar bibit pohon bidara yang masih tetap kecilpun telah menumbuhkan durinya, seolah – bakal menginginkan memberikan jati dianya sebagai pohon yang sudah dijelaskan dalam ayat itu. silakan cermati duri yang telah tumbuh pada bibit pohon bidara yang masih tetap berusia tiga minggu.

1. Daun Bidara Serta Memandikan Jenazah
Ummu ‘Athiyyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata, “Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menjumpai kami sedang kami saat itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lantas Beliau bersabda : ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau kian lebih itu. Bila kalian melihat butuh, jadi gunakan air serta daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil? ’ Beliau bersabda, ‘Ya. ’) serta buat diakhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya. ” (H. R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum serta Tata Langkah Mengurusi Jenazah hal 130-131).

2. Daun Bidara serta Wanita Haidh
‘Aisyah dengan cara marfu’, “Salah seseorang diantara kalian (wanita haidh) mengambil air yang digabung dengan daun bidara lantas dia bersuci serta melakukan perbaikan bersucinya. Lalu dia menuangkan air diatas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat hingga air masuk ke akar-akar rambutnya, lalu dia menyiram semua badannya dengan air. Lalu dia mengambil secarik kain yang sudah diolesi dengan minyak misk lantas dia berbersih darinya. ” ‘Aisyah berkata, “Dia memoleskannya ke beberapa sisa darah. ” (H. R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)

3. Daun Bidara Serta Ruqyah
Ulama Wahab bin Munabih merekomendasikan untuk memakai tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Lalu dicampurkan di air serta dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq serta an Naas. (Bisa juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an yang lain) Lantas dipakai untuk mandi atau diminum. (saksikan Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13). Menumbuk tujuh helai daun pohon Sidr (daaun bidara) hijau diantara dua batu atau semacamnya, lantas menyiramkan air ke atasnya sejumlah jumlah air yang cukup untuk mandi serta dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an.

Sesudah membacakan ayat-ayat itu pada air yang telah disediakan itu, sebaiknya dia meminumnya sejumlah tiga kali, serta lalu mandi dengan memakai sisa air itu. Dengan hal tersebut, insya Allah penyakit (sihir) bakal hilang. Apabila butuh, hal semacam itu bisa diulang 2 x atau lebih, hingga penyakit (sihir) itu betul-betul pupus. Hal semacam itu telah banyak dipraktekkan, serta dengan izin_Nya, Allah memberi faedah kepadanya. Penyembuhan itu juga begitu baik untuk suami yg tidak dapat terkait tubuh karna terserang sihir.

bibit bidara, bibit pohon bidara, bibit sidr, bibit daun bidara, daun bidara, pohon bidara4. Daun Bidara Untuk Makanan atau Minuman. Buah bidara dari kultivar unggul bisa dikonsumsi dalam kondisi fresh, atau diperas jadi minuman penyegar, juga dikeringawetkan, atau di buat manisan. Di Asia Tenggara, buah yang belum masak dikonsumsi bergaram. Pernah dilaporkan kalau buah bidara juga di rebus serta membuahkan sirop.
Di Indonesia, daun mudanya di proses sebagai sayuran ; daun-daunnya dapatlah jadikan pakan. Di India, pohon bidara adalah satu diantara sebagian type tanaman yang dipakai untuk pemeliharaan serangga lak ; ranting-ranting yang terbungkus oleh sekresi serangga itu dipungut untuk diolah jadi sirlak. Kulit kayu serta buahnya membuahkan bahan pewarna. Kayunya berwarna kemerahan, memiliki tekstur halus, keras, serta tahan lama, serta dipakai sebagai kayu bubut, alat rumah tangga, serta alat-alat lain. Buah, biji, daun, kulit kayu, serta akarnya bermanfaat obat, terlebih untuk menolong pencernaan serta sebagai tapal untuk luka. Di Jawa, umpamanya, kulit kayunya dipakai untuk mengobati masalah pencernaan, sedang di Malaysia bubur kulit kayunya bisa digunakan untuk obat sakit perut.

5. Daun Bidara atau daun bidara cina
Bidara acap dipertukarkan jati dirinya dengan bidara cina (Ziziphus zizyphus ; persamaan kata Z. jujuba Miller, Z. vulgaris Lamk.). Sebutan yang saat ini kerap kita dengar dengan panggilan Daun Bidara cina yaitu karna Bidara yang paling akhir ini dibudidayakan di Cina sisi utara. Serta di Indonesia orang menyebutkan daun bidara dengan sebutan bidara cina karna juga dalam satu sumber ada satu daerah yang disitu banyak tinggal orang keturunan cina serta menanam daun bidara. Daerah itu juga saat ini diberi nama daerah Bidaracina.

Faedah daun bidara untuk perawatan kulit serta jerawat
Kebanyakan orang tahu kalau banyak faedah daun bidara termasuk juga faedah untuk bersihkan kulit dari kotoran serta melindungi kulit dari rusaknya. Terlebih untuk mereka yang mengeluhkan jerawat, serta mereka yang mempunyai kulit berminyak, karna mereka yang paling rawan pada permasalahan jerawat, hingga bisa mengakibatkan kerusakan kulit.
Langkah pemakaian :
Ambillah sebagian daun bidara (sidr) lantas ditumbuk halus lantas input dalam cangkir atau mangkok, lantas berikan sedikit air hingga kombinasi agak sedikit kental serta lalu berikan pada kulit muka sebagai masker, serta biarlah sebagian waktu sampai jadi kering semuanya.
lantas bersihkan dengan air bersih saja, tanpa ada butuh memakai sabun, Anda bakal segera lihat ketidaksamaan dalam kehalusan kulit …..
Daun pohon bidara (sidr) dapat juga dipakai untuk peremajaan kulit badan.
Untuk memberi hasil yang penting hingga tampak ketidaksamaan yang begitu besar pada kulit, Anda mesti lakukan hal itu sepanjang 2 bln..

Leave a Comment