Sekedar Lapar atau Hipoglikemia? Pahami Dulu Bedanya

hajar jahanam – Di siang hari yang panas dan mendadak Anda merasa terlalu lapar, sukar berkonsentrasi dan mendadak jadi ringan kesal cuma karena perkara kecil. Apa yang memang berlangsung terhadap Anda, mungkinkah Anda memang cuma hanya lapar atau tambah Anda tengah mengalami hipoglikemia? Di titik apa Anda sebaiknya segera waspada?

 

Kebanyakan orang, memang bakal mengalami penurunan metabolisme bersamaan bersama dengan mereka merasa lapar. Ada sinergi yang berkaitan pada keduanya agar disaat hari merasa siang, di mana Anda tengah disibukan bersama dengan kegiatan Anda, rasa lapar bakal membuat Anda sedikit pening, kehilangan konsentrasi, sedikit lemas dan juga mengalami mood yang buruk.

 

Rasa Lapar Bisa Jadi Sinyal Hipoglikemia?

Menurut Erin Palinski Wade, RD, CDE, penulis berasal dari buku Belly Fat Diet for Dummies, dijelaskan tak tetap pengaruh lapar itu merupakan menandakan hipoglikemia. Dan menariknya, tak tetap hipoglikemia ditandai bersama dengan pengaruh lapar. Meski di dalam banyak kasus keduanya bakal nampak bersamaan.

 

Dalam laman Everydayhealth dijelaskan kenapa seorang yang lapar di jam aktif mereka bakal mengalami keluhan lemas, pening dan juga kendali emosi dan konsentrasi yang menurun. Sebagaimana sudah kami singgung, ini berkaitan bersama dengan penurunan metabolisme.

 

Rasa lapar tak tetap berkaitan bersama dengan kebutuhan kekuatan di dalam tubuh. Anda juga dapat lapar karena pengaruh sejumlah sinyal-sinyal hormonal di dalam tubuh dan akibat datangnya jam makan yang sudah biasa Anda atur di dalam keseharian Anda. Rasa lapar dapat nampak di jam-jam disaat Anda biasa makan tiap-tiap harinya.

 

Rasa lapar umumnya lebih berkaitan bersama dengan pencernaan Anda yang sudah tak ulang memiliki makanan untuk diolah. Pencernaan bakal mengirimkan sinyal bahwa tak tersedia ulang makanan yang dapat digerus dan diolah. Sinyal ini di terima oleh otak dan diolah jadi sinyal lapar. Kadang lapar berasal berasal dari keadaan hormonal yang menstimulasi sinyal palsu, seakan perut sudah kosong.

 

Bersamaan bersama dengan rasa lapar muncul, tubuh bakal mengirim sinyal lain yang dikirim ke sel-sel di dalam tubuh untuk turunkan metabolisme tubuh. Sel bakal turunkan kegiatan metabolisme mereka dan mengurangi kuantitas kekuatan yang dihasilkan.

 

Inilah yang membuat seseorang yang lapar jadi lemas dan sukar konsentrasi. Karena sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan lumayan energi, juga sel otak. Selain itu terhadap tersedia kaitan berlingkar pada sistem hormonal bersama dengan rasa lapar. Anda bakal merasa lapar disaat stress dan Anda bakal merasa stress disaat lapar. Dan disaat hormon stress nampak Anda bakal merasa tidak nyaman, merasa jadi ringan emosi dan kehilangan konsentrasi.

 

Kapan Tubuh Mulai Menunjukkan Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah keadaan di mana glukosa yang terlarut di dalam darah berada terhadap takaran terlalu rendah di bawah angka normal. Bila takaran normal glukosa darah berkisar terhadap angka 70 mg/dL maka Anda sudah mengalami hipoglikemia.

 

Ketika berlangsung hipoglikemia pasien bakal menampakan sinyal yang lebih berasal dari hanya pengaruh lapar biasa. Bahkan tidak sedikit kasus hipoglikemia yang berujung terhadap keadaan lebih benar-benar bilamana keadaan hipogikemia nampak terhadap penderita diabetes.

 

Sebenarnya hampir umumnya kasus hipoglikemia berlangsung terhadap pengidap diabetes. Mereka yang sudah divonis memiliki keluhan bersama dengan sistem insulin mereka, bakal secara rutin konsumsi obat penurun takaran glukosa darah tiap-tiap harinya. Asupan ini bakal bekerja terlalu efisien turunkan glukosa darah.

 

Sementara itu, pasien juga bakal menggerakkan diet spesifik diabetes yang rendah kalori dan gula. Ini artinya, pasien juga bakal meminimalisir asupan glukosa. Dan keadaan inilah yang dapat membuat seseorang mengalami hipoglikemia.

 

Ketika memang asupan glukosa di dalam darah sudah minim, tapi tubuh juga tetap tetap konsumsi obat penurun takaran glukosa darah. Sehingga takaran glukosa di dalam darah bakal drop terhadap level yang terlalu rendah dibawh 70 mg/dL.

 

Pada keadaan ini, tubuh bakal mengalami kekurangan kekuatan layaknya yang Anda alami disaat merasa terlalu lapar. Hanya saja bersama dengan keadaan yang lebih spesifik. Adapun lebih dari satu tanda-tanda spesifik yang nampak disaat seseorang mengalami hipoglikemia pada lain:

 

Efek gelisah, gemetar dan merasa tidak berenergi.

Tubuh jadi terlalu lemas dan terlalu lesu.

Tubuh bakal berkeringat dingin dan tangan jadi kikuk.

Kehilangan konsentrasi dan ringan merasa bingung.

Kadang disertai pengaruh panik dan ringan marah.

Emosi tidak stabil bersama dengan mood yang berubah-ubah.

Jantung berdetak lebih cepat.

Kepala merasa terlalu pening, penglihatan berkunang-kunang.

Lidah dan bibir merasa kaku dan layaknya kesemutan.

Kulit, tangan, kaki atau tambah kepala kesemutan dan merasa mati rasa.

Tangan dan kaki kadang kehilangan kendali.

Sakit kepala.

Sangat mengantuk.

Kejang

Kasus hipoglikemia memang juga merujuk terhadap keadaan sel kekurangan asupan energi. Tetapi tersedia perbedaan mendasar pada Anda cuma lapar bersama dengan Anda mengalami keadaan hipoglikemia. Perbedaan mendasar ini membuat Anda dapat beranggap ringan keluhan disaat lapar tapi wajib lebih waspada disaat mengalami hipoglikemia.

 

Bila terhadap saat Anda lapar, pengaruh lemas memang tidak dapat dipastikan jadi penanda Anda kehilangan kalori. Lapar memang dapat disebabkan tubuh kekurangan kalori, tapi juga dapat disebabkan oleh datangnya saat makan, oleh pengaruh hormonal dan efek-efek motivasi lain. Rasa lemas tak tetap bermakna karena kekurangan energi, tapi karena berlangsung penurunan metabolisme.

 

Sedang disaat Anda hipoglikemia, Anda bakal mengalami pengaruh lemas dan segala tanda-tanda di atas karena tubuh Anda kekurangan kekuatan secara mutlak. Sel tidak membuahkan kekuatan sebagaimana harusnya karena memang tidak lumayan bahan baku yang dapat Anda olah sebagai energi.

 

Gula adalah komponen utama di dalam sistem pembentukan energi. Ketika sel tidak mendapatkan lumayan asupan glukosa, maka berlangsung penurunan metabolisme yang membuat tubuh terlalu lemas dan sel-sel merasa kehilangan fungsinya karena kekurangan energi.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Hipoglikemia?

Pada saat Anda mengalami tanda-tanda hipoglikemia, sebaiknya Anda merasa lakukan pengecekan bersama dengan tes gula darah sesaat. Mereka bersama dengan diabetes memang disarankan memiliki alat pengukur ini untuk lakukan pengecekan rutin harian.

 

Bilamana pasien memang mengalami hipoglikemia, coba untuk segera konsumsi makanan manis bersama dengan ukuran glukosa 15 gram. Lakukan pengecekan ulang 15 menit untuk menegaskan pengaruh asupan glukosa tadi di dalam tubuh Anda. Tambahkan ulang sebanyak 15 gram glukosa kalau ternyata upaya pertama Anda tak membuahkan hasil.

 

Anda dapat gunakan lebih dari satu model sumber glukosa untuk kebutuhan 15 gram glukosa ini sepert permen, glukosa tablet, 1 sendok makan gula pasir yang dapat Anda larutkan di dalam minuman, 125 ml air minuman soda ringan, 1 sendok makan madu yang dapat pula Anda larutkan di dalam minuman atau 150 cc air susu bersama dengan tambahan gula 1 sendok teh.

 

Selain itu, pastikan tetap lakukan pengecekan takaran glukosa darah secara rutin. Bahkan terlalu disarankan untuk mengecek tiap hari demi menegaskan takaran glukosa di dalam darah. Ini untuk mencegah keadaan hipoglikemia atau penurunan takaran glukosa di dalam darah menjulang.

Leave a Comment