Artikel Tentang Sholat Tahajjud

Artikel Sholat Tahajud – Imam al-bukhari meriwayatkan dalam kitab shahih-nya bahwa rasulullah saw. Pernah menyarankan salat tahajud kepada fatimah dan ali bin abi tholib. Bahkan seikhtiar sengaja beliau datang ke rumahnya. Dikarenakan faktor itu tidak disertai ajakan berjamaah bersama beliau. Jika berjamaah tahajjud itu lebih baik dari pada munfarid atau sendirian sebagaimana salat-salat sunat lain yang dikerjakan seikhtiar berjamaah, tentu beliau akan mengajak salat berjamaah kepada ali bin abu tolib dan fatimah putri beliau yang rumahnya dekat dan sama-sama nempel ke masjid.

Dalam beberapa Artikel Tentang Sholat menerangkan “Bahwa sesungguhnya ali menceritakan bahwa husain bin ali bahwa pada suatu malam rasulullah saw. Membangunkannya (ali) beserta fatimah putri nabi saw., ikhtiar mengetuk lalu beliau bertanya, tidakkah kalian akan salat tahajud? Kemudian saya menjawab, wahai rasulullah, diri-diri kami ini berada pada kekuasaan allah, jika ia memiliki upaya membangunkan kami, tentu kami akan bangun, dan ketika kami berkata yang demikian itu beliau kemudian beranjak untuk pergi dan tidak kembali lagi kepadaku, kemudian aku mendengar beliau, sambil berpaling pergi seraya memukul paha beliau, bersabda, manusia itu yaitu yang paling banyak dalihnya. (h.r. Al-bukhari).

Artikel Tentang Sholat Tahajjud

Artikel Tentang Sholat Tahajjud

Suatu dikala aisyah mencari rasulullah saw, lalu ia mendapati beliau sedang sujud pada salat malam. Dan terbukti bahwa sayyidah aisyah tidak ikut dan turut berjamaan dibelakang beliau, dan tidak diceritakan rasulullah saw. Pernah mengajak seorang pun di sela-sela istri-istri beliau untuk berjamaah tahajud. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang berbunyi: dari aisyah r.a. Ia berkata, aku kehilangan rasulullah saw.

Pada suatu malam dari tampungan tidur, lalu aku mencarinya/ikhtiar meraba-raba, tidak diduga tanganku menyentuh kedua kaki beliau di mesjid, sementara kedua telapak kaki beliau berdiri tegak dikala sujud, beliau sedang berdoa ya allah aku berlindung kepada keridaan-mu dari murka-mu, dan aku berlindung kepada-mu dari siksa-mu, aku tidak dapat menghitung sanjungan atas-mu, sesungguhnya engkau sebagaimana pujuan-mu atas diri-mu. (H.r. Muslim).

Dengan keterangan2 dan Aturan Shalat Tahajud ini teranglah bahwa rasulullah saw. Tidak pernah sengaja bertahajud berjamaah ditambah lagi hingga mengajak kebanyakan orang. Jika kita perluas sedikit betapa akan mudahnya rasulullah saw. Untuk mengadakan salat tahajud dengan berjamaah, bahkan dengan jumlah jamaah yang amat banyak.

Karena kita sangat memaklumi bahwa para teman yaitu kebanyakan orang yang senantiasa dalam kondisi haus terhadap keutamaan-keutamaan dalam beribadah. Faktor ini menggambarkan bahwa demikianlah ketentuan salat tahajud. Sangat berbeda dikala rasululah saw. Mengajak para teman bahkan istri-istrinya untuk pergi qiyamu ramadhan/tarawih seikhtiar berjamaah bahkan di masjid.

Leave a Comment